• Thu. Apr 15th, 2021

5 Tips Cara Memulai Melatih Balita ke Toilet

Bykidsgameapps.info

Mar 10, 2021

Bagi banyak orang tua, proses melatih toilet balita bisa membuat frustasi. Ini terutama benar jika dia adalah anak pertama mereka. Tidak hanya mereka perlu belajar bagaimana memperhatikan tanda-tanda yang menunjukkan si kecil siap untuk toilet training, orang tua juga harus bersiap untuk mencurahkan waktu dan perhatian yang cukup selama periode toilet training.

Setelah orang tua memutuskan bahwa balita mereka sudah siap, tips dari Tim Jasa Sedot WC Bintaro Terbaik berikut dapat membantu memulai toilet training dengan hasil awal yang baik.

1. Buat dia terbiasa dengan pispot

Anda bisa memulainya sejak anak Anda berusia 15 bulan saat ia mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk toilet training. Pertama, jelaskan padanya apa tujuan dari pispot. Kemudian, mulailah latihan buang air besar dengan menganjurkan waktu ‘buang air besar’ yang teratur setelah makan, terutama jika ia cenderung buang air besar pada saat itu ke dalam popoknya. Waktu ‘buang air’ terbaik adalah setelah sarapan karena refleks gastrokolik paling menonjol setelah istirahat malam dan refleks ini membantu untuk bergerak dan mengosongkan usus. Bersihkan dia segera setelah dia selesai dan anjurkan untuk mengikuti cuci tangan. Ingatlah untuk memujinya untuk setiap kesuksesan.

2. Singkirkan dia dari popok pada siang hari

Saat dia tetap kering untuk waktu yang lama di siang hari, lepaskan popoknya. Anda mungkin masih membutuhkan popok di malam hari pada awalnya. Biarkan dia memakai pakaian dalam sederhana yang bisa dia pakai dan kenakan dengan mudah. Dorong dia untuk menggunakan pispot pada siang hari. Ingatlah untuk segera mengganti celana dalamnya setiap kali basah atau kotor. Mengganti popok daripada membiarkannya basah atau kotor akan meningkatkan keinginannya untuk tetap kering.

3. Cobalah menyingkirkan popok di malam hari

Lepaskan popoknya di malam hari saat anak Anda bisa tetap kering selama tidur siang. Pastikan Anda mendorongnya untuk mengosongkan kandung kemihnya sebelum tidur. Tinggalkan pispot di dekat tempat tidurnya dan dorong dia untuk menggunakannya sendiri. Namun, jika ia mengalami lebih dari 3 malam basah dalam seminggu, mungkin ide yang lebih baik untuk membiarkan popoknya kembali dan mencoba lagi nanti. Memaksanya hanya akan mengganggu tidurnya dan dia akan gelisah dan lelah di siang hari.

4. Latih dia untuk menggunakan toilet

Jika anak Anda sudah menguasai penggunaan pispot secara rutin, sekarang saatnya untuk mendorongnya menggunakan toilet. Anak-anak membutuhkan waktu untuk mengembangkan kepercayaan diri untuk duduk di toilet karena beberapa mungkin takut jatuh. Beberapa mungkin juga takut dengan suara air yang membilas sementara yang lain mungkin senang melakukannya sendiri! Meski terkesan sepele, pastikan Anda menyiram toilet hanya saat anak Anda keluar dari toilet pada awalnya.

5. Anak laki-laki membutuhkan pelatihan ekstra

Anak laki-laki harus lulus dari posisi duduk di toilet ke posisi berdiri di toilet. Mereka juga perlu ‘membidik’ ke toilet sebelum buang air kecil. Sepotong kecil kertas toilet yang ditempatkan di mangkuk toilet untuk dia bidik mungkin merupakan awal yang baik.

Mungkin diperlukan waktu hingga 2 hingga 4 bulan untuk melatih toilet balita dengan sukses. Itu tidak bisa diburu-buru. Penting bagi orang tua untuk tetap sabar dan mendukung selama periode ini. Jangan menghukum dan bersimpati kepada anak Anda saat dia mengalami kecelakaan. Yang terpenting, pastikan untuk memuji semua upaya untuk menggunakan toilet, bahkan jika tidak ada yang terjadi.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *