• Wed. Mar 3rd, 2021

paket aqiqah terdekat 2021

Bykidsgameapps.info

Jan 31, 2021

Hukum Aqiqah Sehabis Dewasa

Terdapat 2( 2) komentar fuqaha dalam permasalahan aqiqah sehabis berusia( baligh). Awal, komentar sebagian tabi’ in, ialah‘ Atha`, Al- Hasan Al- Bashri, serta Ibnu Sirin, pula komentar Imam Syafi’ i, Imam Al- Qaffal asy- Syasyi( mazhab Syafi’ i), serta satu riwayat dari Imam Ahmad. Mereka berkata orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, disunnahkan( mustahab) mengaqiqahi dirinya sehabis berusia. Dalilnya merupakan hadis riwayat Anas RA kalau Nabi SAW mengaqiqahi dirinya sendiri sehabis nubuwwah( dinaikan bagaikan nabi).( HR Baihaqi; As- Sunan Al- Kubra, 9/ 300; Mushannaf Abdur Razaq, nomor 7960; Thabrani dalam Al- Mu’ jam al- Ausath nomor 1006; Thahawi dalam Musykil Al- Atsar nomor 883).

Kedua, komentar Malikiyah serta riwayat lain dari Imam Ahmad, yang melaporkan orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, tidak mengaqiqahi dirinya sehabis berusia. Sebabnya aqiqah itu disyariatkan untuk bapak, bukan untuk anak. Jadi sang anak tidak butuh mengaqiqahi dirinya sehabis berusia. Tidak hanya itu, hadis Anas RA yang menarangkan Nabi SAW mengaqiqahi dirinya sendiri dinilai dhaif sehingga tidak layak jadi dalil.( Hisamuddin‘ Afanah, Ahkamul Aqiqah, hlm. 59; Al- Mufashshal fi Ahkam al- Aqiqah, hlm. 137; Maryam Ibrahim Hindi, Al-‘ Aqiqah fi Al- Fiqh Al- Islami, hlm. 101; Meter. Adib Kalkul, Ahkam al- Udhiyyah wa Al-‘ Aqiqah wa At- Tadzkiyyah, hlm. 44) paket aqiqah .

Dari uraian di atas, nampak sumber perbandingan komentar yang utama merupakan perbandingan evaluasi terhadap hadis Anas RA. Sebagian ulama melemahkan hadis tersebut, semacam Imam Ibnu Hajar Al- Asqalani( Fathul Bari, 12/ 12), Imam Ibnu Abdil Barr( Al- Istidzkar, 15/ 376), Imam Dzahabi( Mizan Al- I’ tidal, 2/ 500), Imam Ibnu Al- Qayyim Al- Jauziyah( Tuhfatul Wadud, hlm. 88), serta Imam Nawawi( Al- Majmu’, 8/ 432). Imam Nawawi mengatakan,“ Hadis ini hadis batil,” sebab bagi dia di antara periwayat hadisnya ada Abdullah bin Muharrir yang disepakati kelemahannya.( Al- Majmu’, 8/ 432).

Tetapi, Nashiruddin Al- Albani sudah mempelajari ulang hadis tersebut serta menilainya bagaikan hadis sahih.( As- Silsilah al- Shahihah, nomor 2726). Bagi Al- Albani, hadis Anas RA nyatanya memiliki 2 isnad( jalan periwayatan). Awal, dari Abdullah bin Muharrir, dari Qatadah, dari Anas RA. Jalan inilah yang dinilai lemah sebab terdapat Abdullah bin Muharrir. Kedua, dari Al- Haitsam bin Jamil, dari Abdullah bin Al- Mutsanna bin Anas, dari Tsumamah bin Anas, dari Anas RA. Jalan kedua ini oleh Al- Albani dikira jalan periwayatan yang baik( isnaduhu hasan), sejalan dengan evaluasi Imam Al- Haitsami dalam Majma’ Az- Zawa`id( 4/ 59).

Terpaut evaluasi sanad hadis, Imam Taqiyuddin An- Nabhani melaporkan lemahnya satu sanad dari sesuatu hadis, tidak berarti hadis itu lemah secara absolut. Karena dapat jadi hadis itu memiliki sanad lain, kecuali bila pakar hadis melaporkan hadis itu tidak diriwayatkan kecuali lewat satu sanad saja.( Taqiyuddin An- Nabhani, Al- Syakhshiyyah Al- Islamiyah, 1/ 345).

Baca Juga : Wujud Kerja Sama ASEAN di Bidang Politik serta Keamanan

Bersumber pada ini, kami cenderung pada komentar awal, ialah orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, disunnahkan mengaqiqahi dirinya sendiri sehabis berusia. Karena dalil yang mendasarinya( hadis Anas RA), ialah hadis sahih, mengingat terdapat jalan periwayatan lain yang sahih. Wallahu a’ lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *